Mungkin gue termasuk emak yang galau. Apalagi soal melahirkan yang makan biaya banyak. Apalagi kemungkinan besar gue kembali melahirkan secara sesar, kayak anak pertama. Tapi ya... karena waktu yang memisahkan anak pertama dan kedua udah lebih dari 3 tahun, konon bisa normal. Tapi enah kenapa, gue tetap aja deg-deg-an.
Karena kegalauan gue ini, sampe sekarang gue belum tau mau melahirkan di mana, padahal udah masuk semester ketiga lho, tepatnya 33 minggu. HPL gue sekitar 2 Mei 2016. Nah lho! Kalau emak-emak lain mungkin udah mantap, ngikutin tempat dia kontrol rutin atau dokternya. Nah, kegalauan gue ini juga yang mengantarkan gue keliling Depok buat survei biaya lahiran di beberapa rumah sakit. Dan ternyata survei ini nggak menyelesaikan masalah, gue tambah galau.
Karena gue nggak mau galau sendiri, maka gue akan berbagi hasil survei ini. Dan karena yang bikin gue deg-deg-an adalah SC, maka gue lupa ngintip biaya persalinan normal di beberapa rumah sakit. Ini dia hasilnya
1. RS Hermina Depok
Jl. Raya Siliwangi No. 50 Pancoran Mas, Depok. Telp. 021-77202525
Persalinan Normal
- Suite Room Rp 20.054.000
- SVIP Rp 16.882.500
- VIP Rp 15.319.000
- Kelas I Rp 11.039.750
- Kelas II Rp 8.456.000
- Kelas IIA Rp 7.982.000
- Kelas III Rp 6.401.500
Sectio Caesaria
- Suite Room Rp 35.128.200
- SVIP Rp 30.195.400
- VIP Rp 27.936.600
- Kelas I Rp 22.641.800
- Kelas II Rp 18.130.000
- Kelas IIA Rp 17.340.000
- Kelas III Rp 13.776.700
Tarifnya konon masih bisa berubah-ubah. Dan itu belum termasuk biaya administrasi 7 persen, tarif visite dokter, pemeriksaan laboratorium dan penunjang medis lainnya, biaya obat-obatan yang diresepkan. Artinya, biayanya lebih mahal dari yang tercantum di atas....
Oh ya, rumah sakit ini nerima pasien BPJS juga.
2. Hasanah Graha Afiah (HGA)
Jl. Raden Saleh No.42 (Studio Alam TVRI) Depok. Telp. 021-77826267
Nah, kalo tarif di rumah sakit yang terletak di daerah Raden Saleh (deket SMA 3 dan Studio Alam TVRI) ini agak lengkap. Gue nggak ke sana, cuma minta kirimin list tarifnya sama salah satu kenalan yang bekerja di sana. RS ini juga terima pasien BPJS.
Persalinan Normal
- VVIP Rp 13.963.500
- VIP Deluxe Rp 12.379.900
- VIP Rp 11.384.800
- Kelas I Rp 8.431.600
- Kelas 2 Rp 6.516.300
- Kelas 3 Rp 5.061.100
Sectio Caesaria
- VVIP Rp 25.792.350
- VIP Deluxe Rp 23.122.700
- VIP Rp 20.913.150
- Kelas I Rp 16.873.900
- Kelas 2 Rp 13.605.050
- Kelas 3 Rp 11.342.000
3. Mitra Keluarga Depok
Jl. Margonda Raya Pancoranmas, Depok Telp. 021-77210700, 77210800 (Depan terminal/ITC Depok).
Satu hal yang menarik di sini adalah program promo paket persaliannya yang berlaku sampai akhir Desember 2016 ini. Tapi promo ini hanya berlaku untuk kelas III ya. Sayarat dan ketentuan berlaku (misal, untuk persalinan normal tanpa induksi dan sesar bukan tengah malam). Harga promo paket ini:
- Persalinan normal Rp 4.700.000
- Sectio Caesaria Rp 11.500.000
Itu udah termasuk biaya kamar, dokter dll.
Kalau mau tarif normal, ini dia
Partus Normal
- SVIP Rp 7.250.000
Rp 9.370.000 (dengan tindakan/penyulit)
Rp 11.290.000 (dengan tindakan+penyulit)
Rp 12.080.000 (dengan ILA)
- VIP/IA Rp 6.070.000
Rp 7.870.000 (dengan tindakan/penyulit)
Rp 9.450.000 (dengan tindakan+penyulit)
Rp 10.360.000 (dengan ILA)
- IC/IB/ICU/ISOLASI Rp 4.720.000
Rp 6.180.000 (dengan tindakan/penyulit)
Rp 7.440.000 (dengan tindakan+penyulit)
Rp 8.650.000 (dengan ILA)
- Kelas II Rp 3.650.000
Rp 4.780.000 (dengan tindakan/penyulit)
Rp 5.740.000 (dengan tindakan+penyulit)
Rp 7.370.000 (dengan ILA)
- Kelas III Rp 2.755.000
Rp 3.595.000 (dengan tindakan/penyulit)
Rp 4.300.000 (dengan tindakan+penyulit)
Rp 6.155.000 (dengan ILA)
Sectio Caesaria (SC)
- SVIP Rp 26.718.000
- VIP/IA Rp 23.770.000
- IC/IB/ICU/ISOLASI Rp 20.610.000
- Kelas II Rp 16.752.000
- Kelas III Rp 12.971.500
Kelihatan nggak jauh beda sama paket yang ditawarin? Hohooo jangan salah. Tarif normal itu belum termasuk pemeriksaan penunjang, jasa konsul dokterbiaya admin, obat-obatan, biaya kamar ibu dan bayi, dan alat kesehatand i ruang perawatan. Jadi silakan diperhitungkan.
4. Sentra Medika
Jl. Raya Bogor, Jalan Raya Bogor, Telp. 021-874 3790
Ini sebenarnya agak jauh dari radar pantauan gue. tapi berhubung dokter kandungan gue praktek di sini juga, jadi gue pun mencari tahu biaya di sini. Eh tapi kok yang sempet gue foto cuma biaya SC ya? Di sini pun terima BPJS
SC
- VIP Rp 11.600.000
- Kelas I Rp 10.740.000
- Kelas II Rp 9.880.000
- Kelas III Rp 8.160.000
SC + Histerektomi
- VIP Rp 20.680.000
- Kelas I Rp 18.160.000
- Kelas II Rp 15.640.000
- Kelas III Rp 13.120.000
SC + Kategori besar (kista bilateral, ligasi A.hipogastrika, B-lynch)
- VIP Rp 16.160.000
- Kelas I Rp 14.640.000
- Kelas II Rp 12.620.000
- Kelas III Rp 11.100.000
Gue nggak ngerti istilah2nya. tapi mestinya sih yang bakal sering dipake SC biasa aja. Tapi ya... itu baru biaya tindakan, belum termasuk kamar, obat, pemeriksaan penunjang, tambahan biaya kalau di atas jam 9 malam, dan biaya administrasi 6 persen.
Nah... Sementara itu dulu. Mestinya sih ada Bunda Margonda juga. Tapi belum sempet survei ke sana aja.
Tampilkan postingan dengan label Depok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Depok. Tampilkan semua postingan
Jumat, 18 Maret 2016
Selasa, 05 Januari 2016
Mencoba dr Dewi Retnowati SpOG di Klinik Azzahra
Sebenarnya saya tergolong orang yang setia. Tapi kalau sama dokter, tunggu dulu. Saya ini peragu banget. Dulu waktu hamil si Kaka, dari awal kehamilan sampai menjelang melahirkan, saya ke dr Tofan Widya Utami SpOG di Bunda Margonda. Tapi menjelang melahirkan, entah kenapa saya ragu lalu mencoba dr Maman Hilman di HGA dan di klinik bersalinnya yang di Depok Timur, Budhi Jaya Utama. Dokter kandungan satu ini cukup tenar di kalangan ibu-ibu hamil seantero Depok. Sampai melahirkan, saya akhirnya ditangani dokter yang ternyata seniornya dr Tofan itu.
Nah, di kehamilan kedua ini, dokter saya adalah dr Samson Chandra, dia di klinik Medisca dekat rumah dan di Melia Cibubur dan Permata Medika. Tapi, ketika kehamilan saya masuk ke pekan ke-23, saya mencoba lagi dokter baru. Pilihan saya jatuh ke dr Dewi Retnowati SpOG yang praktek di Klinik Azzahra, dekat rumah juga. Bukan karena dokternya sih, karena kliniknya aja dekat rumah. Saya kira dia ini dr Dewi yang praktik di HGA, karena saya kembali berencana melahirkan di sana. Tapi ini dokter Dewi yang lain, ini dokter Dewi yang praktik di RS Tugu Ibu Jl Raya bogor dan Grha Permata Ibu Beji.
Dokter ini praktik 3 kali seminggu di Azzahra, kalau nggak salah sih Senin, Kamis, dan Sabtu. Nah, saya ke sana Senin (4/1/16). Jadwalnya hari itu jam 18.00. Tapi ketika saya sampai di sana jam 18.30, si dokter belum datang. PAsien yang nunggu baru satu, jadi saya di urutan kedua. Karena dokternya belum datang, saya milih pulang dulu buat mandi dan ambil buku riwayat kontrol kehamilan yang dari dr Samson.
Balik lagi ke Azzahra, ternyata dokternya belum datang juga. Tapi saya nggak terlalu lama nunggu ketika seorang perempuan berjilbab dengan jas putih bertuliskan RS Tugu Ibu datang. Senyum ragu mengembang di bibirnya. Setelah ia masuk ke ruangan parktik, pasien pertama langsung masuk. Nggak lama, saya dikasih tau untuk siap-siap. Dan benar, pasien pertama itu nggak lama-lama banget di dalam.
Ketika saya masuk, dokter itu diam. Saya lebih dahulu menyapa. Lalu dia mempersialakan saya duduk. Kesan pertama saya, dokter ini terlalu kalem. Setelah tanya-tanya ada keluhan apa, saya pun langsung diminta naik ke ranjang pemeriksaan (eh kok ranjang?). Perut dioles dengan krim buat USG oleh suster, lalu dokter itu langsung duduk di sebelah saya. Sambil pegang stik USG, dia bilang, "Aduh maaf ya, VGA-nya lagi jelek. tapi mudah-mudahan saya bisa baca," katanya.
Dia lalu menempelkan alat itu di perut saya, sambil mengutak-atik mesin USG. "Itu kepalanya, ya pak. Ini pertunya. Tapi maaf ibu nggakbisa melihat karena monitor depan lagi mati," katanya. Suami saya, yang ikut masuk bersama dengan Kaka, cuma senyum-senyum. Ah yak... biarlah, nanti saya lihat di hasil cetaknya aja.
Saya konsul nggak terlalu lama, memang nggak banyak yang perlu ditanya. Saya akhirnya nanya soal dampak makanan yang dipanggang, soal darah tinggi yang pernah saya alami di awal kehamilan, dll. Oh ya, soal darah tinggi, ini juga aneh buat saya. Ini adalah salah satu alasan saya mencoba dokter atau klinik lain. Tiga kali periksa di klinik MEdisca, tensi saya tinggi 140/90. Saya dikasih antioksidan. Tapi di klinik ini, tensi saya normal, cuma 110/70, sama dengan hasil cek tensi di tempat lain. "Mungkin saat itu ibu kelelahan, itu bisa berpengaruh juga," kata dr Dewi. Ah, bukan juga rasanya. kan saya pernah disuruh bederst seharian sebelum cek tensi lagi. Hasilnya tetap sama.
Malam itu dr Dewi hanya punya 4-5 pasiem. Jadi agak cepat. Asupan vitamin saya yang diresepkan belum siap, si dokter udah pulang. Biayanya? Cukup 385 ribu saja. Sama aja sih dengan di dr Samson. Nah, sekarang, apakah saya akan tetap sama dr Dewi, kembai ke dr Samson, atau mencoba dr lain?
Nah, di kehamilan kedua ini, dokter saya adalah dr Samson Chandra, dia di klinik Medisca dekat rumah dan di Melia Cibubur dan Permata Medika. Tapi, ketika kehamilan saya masuk ke pekan ke-23, saya mencoba lagi dokter baru. Pilihan saya jatuh ke dr Dewi Retnowati SpOG yang praktek di Klinik Azzahra, dekat rumah juga. Bukan karena dokternya sih, karena kliniknya aja dekat rumah. Saya kira dia ini dr Dewi yang praktik di HGA, karena saya kembali berencana melahirkan di sana. Tapi ini dokter Dewi yang lain, ini dokter Dewi yang praktik di RS Tugu Ibu Jl Raya bogor dan Grha Permata Ibu Beji.
Dokter ini praktik 3 kali seminggu di Azzahra, kalau nggak salah sih Senin, Kamis, dan Sabtu. Nah, saya ke sana Senin (4/1/16). Jadwalnya hari itu jam 18.00. Tapi ketika saya sampai di sana jam 18.30, si dokter belum datang. PAsien yang nunggu baru satu, jadi saya di urutan kedua. Karena dokternya belum datang, saya milih pulang dulu buat mandi dan ambil buku riwayat kontrol kehamilan yang dari dr Samson.
Balik lagi ke Azzahra, ternyata dokternya belum datang juga. Tapi saya nggak terlalu lama nunggu ketika seorang perempuan berjilbab dengan jas putih bertuliskan RS Tugu Ibu datang. Senyum ragu mengembang di bibirnya. Setelah ia masuk ke ruangan parktik, pasien pertama langsung masuk. Nggak lama, saya dikasih tau untuk siap-siap. Dan benar, pasien pertama itu nggak lama-lama banget di dalam.
Ketika saya masuk, dokter itu diam. Saya lebih dahulu menyapa. Lalu dia mempersialakan saya duduk. Kesan pertama saya, dokter ini terlalu kalem. Setelah tanya-tanya ada keluhan apa, saya pun langsung diminta naik ke ranjang pemeriksaan (eh kok ranjang?). Perut dioles dengan krim buat USG oleh suster, lalu dokter itu langsung duduk di sebelah saya. Sambil pegang stik USG, dia bilang, "Aduh maaf ya, VGA-nya lagi jelek. tapi mudah-mudahan saya bisa baca," katanya.
Dia lalu menempelkan alat itu di perut saya, sambil mengutak-atik mesin USG. "Itu kepalanya, ya pak. Ini pertunya. Tapi maaf ibu nggakbisa melihat karena monitor depan lagi mati," katanya. Suami saya, yang ikut masuk bersama dengan Kaka, cuma senyum-senyum. Ah yak... biarlah, nanti saya lihat di hasil cetaknya aja.
Saya konsul nggak terlalu lama, memang nggak banyak yang perlu ditanya. Saya akhirnya nanya soal dampak makanan yang dipanggang, soal darah tinggi yang pernah saya alami di awal kehamilan, dll. Oh ya, soal darah tinggi, ini juga aneh buat saya. Ini adalah salah satu alasan saya mencoba dokter atau klinik lain. Tiga kali periksa di klinik MEdisca, tensi saya tinggi 140/90. Saya dikasih antioksidan. Tapi di klinik ini, tensi saya normal, cuma 110/70, sama dengan hasil cek tensi di tempat lain. "Mungkin saat itu ibu kelelahan, itu bisa berpengaruh juga," kata dr Dewi. Ah, bukan juga rasanya. kan saya pernah disuruh bederst seharian sebelum cek tensi lagi. Hasilnya tetap sama.
Malam itu dr Dewi hanya punya 4-5 pasiem. Jadi agak cepat. Asupan vitamin saya yang diresepkan belum siap, si dokter udah pulang. Biayanya? Cukup 385 ribu saja. Sama aja sih dengan di dr Samson. Nah, sekarang, apakah saya akan tetap sama dr Dewi, kembai ke dr Samson, atau mencoba dr lain?
Langganan:
Postingan (Atom)